Di sebuah negri ada sebuah kerajaan
yang yang dipimpin oleh seorang raja yang emosional, tapi beliau mempunyai
pengawal yang sangat beliau sayangi karena setiap sang raja ada masalah dan
mengeluh pada pengawal kesayangannya itu, sang raja akan merasa tenang dan
kembali bahagia.
Disuatu hari, keadaan di negri
tersebut mengalami kekacauan ekonomi dan sang raja mulai panik karenanya,
sehingga sang raja selalu murung dan mengalami kebuntuan dalam mencari jalan
keluarnya, pengawal kesayangan raja pun mendekatinya dan bertanya.
“Paduka raja, apa gerangan yang
tengah mengaggu pikiran anda?”
“Pengawal, sekarang aku sedang
bingung menghadapi kekacauan ekonomi yang sekarang tengah terjadi pada
masyarakatku” sang raja terlihat depresi.
“Tenang raja, semuanya akan baik-baik
saja”
Mendengar perkataan pengawal
kesayangannya itu, ajaib, seketika perasaan sang raja menjadi tenang dan
kembali dapat berpikiran jernih, sehingga beliau dapat berpikir dengan bijak
dan tepat dalam mengambil keputusan yang akhirnya dapat menyelesaikan masalah
di dalam negrinya.
Tidak lama setelah itu, sang paduka
raja pergi berburu dan mengajak serta pengawal kesayangannya, tapi naas bagi
sang
raja karena dalam perburuan itu jari kelingking beliau putus terkena anak
panah, sang raja panik dan pengawal kesayangannyapun mendekati dan berkata.
“Tenang raja, semuanya akan baik-baik saja”. Mendengar hal itu, tidak seperti
biasa sang raja bertambah emosi. “Apa kamu bilang?! Apanya yang baik-baik
saja?! Kamu tidak lihat jari kelingking saya putus?!”. Dengan senyum ramah
pengawal itu kembali mengatakan “Tenang raja, semuanya akan baik-baik saja”.
Mendengar itu sang raja bertambah marah dan memerintahkan pengawal yang lain
untuk menangkap dan memenjarakan pengawal kesayangannya itu.
Beberapa tahun berlalu, sang
pengawal masih berada dalam penjara dan raja kembali mengadakan perburuan,
namun kembali naas ternyata raja dan pasukan berburunya memasuki kawasan
primitive yang masyarakatnya masih kanibal (memakan manusia), semua pengawal
berhasil kabur tetapi sang raja tertangkap. Kuali sudah disiapkan, air sudah
mendidih dan bumbu sudah racik. Saat akan dimasukkan ke kuali seorang dari
kepala suku penduduk kanibal itu menyuruh melepaskan raja dan selamatlah raja
pulang ke kerajaannya, tapi sang raja penasaran kenapa dirinya bisa dilepaskan,
padahal sudah hamper dimasak. Kemudian sang raja menyuruh seluruh ahli
kebudayaan di negrinya untuk berkumpul dan menanyakan kira-kira karena hal
apakah dia dibebaskan. Setelah diteliti ternyata penyebabnya adalah jari
kelingking sang raja yang terputus karena masyarakat kanibal itu memiliki
kepercayaan bahwa haram hukumnya memakan buruan yang cacat walaupun hanya
bagian kelingkingnya. Kemudian sang raja berpikir, ternyata benar apa yang
dikatakan pengawalnya beberapa tahun yang lalu bahwa semuanya akan baik-baik
saja dan sang raja sadar kalau ternyata dia telah menzalimi
pengawalkesayangannya itu bertahun-tahun lamanya. Kemudian sang raja
memerintahkan untuk melepaskan pengawal tersebut.
“Pengawal, maafkan saya yang telah
menzalimimu selama bertahun-tahun apadahal apa yang engkau katakan adalah benar
adanya”
Kembali dengan senyum ramahnya yang
khas sang pengawal berkata, “Tenag raja, semuanya akan baik-baik saja”
“Apanya yang baik? Saya sudah
menzalimimu dengan memenjarakanmu yang sebenarnya tidak bersalah”
“Coba raja ingat, kalau saat itu
raja tidak memenjarakan saya, pasti kemaren raja membawa saya turut berburu,
dan ketika kita tertangkap raja dibebaskan karena jari kelingking raja yang
terputus tapi saya? Pasti saya akan langsung di ceburkan kedalam kuali dengan
bumbu sop yang lengkap, karena itulah raja saya mengatakan semuanya akan
baik-baik saja”.
Sang raja tercengang sejenak
kemudian menyunggingkan senyum lebar, “Ya, ya, ya, semuanya akan baik-baik
saja”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen sopan menunjukkan kepribadian..