Rabu, 29 April 2015

AMBIL HIKMAHNYA SAJA




TENANG, SEMUANYA AKAN BAIK-BAIK SAJA


Di sebuah negri ada sebuah kerajaan yang yang dipimpin oleh seorang raja yang emosional, tapi beliau mempunyai pengawal yang sangat beliau sayangi karena setiap sang raja ada masalah dan mengeluh pada pengawal kesayangannya itu, sang raja akan merasa tenang dan kembali bahagia.
Disuatu hari, keadaan di negri tersebut mengalami kekacauan ekonomi dan sang raja mulai panik karenanya, sehingga sang raja selalu murung dan mengalami kebuntuan dalam mencari jalan keluarnya, pengawal kesayangan raja pun mendekatinya dan bertanya.
“Paduka raja, apa gerangan yang tengah mengaggu pikiran anda?”
“Pengawal, sekarang aku sedang bingung menghadapi kekacauan ekonomi yang sekarang tengah terjadi pada masyarakatku” sang raja terlihat depresi.
“Tenang raja, semuanya akan baik-baik saja”
Mendengar perkataan pengawal kesayangannya itu, ajaib, seketika perasaan sang raja menjadi tenang dan kembali dapat berpikiran jernih, sehingga beliau dapat berpikir dengan bijak dan tepat dalam mengambil keputusan yang akhirnya dapat menyelesaikan masalah di dalam negrinya.
Tidak lama setelah itu, sang paduka raja pergi berburu dan mengajak serta pengawal kesayangannya, tapi naas bagi sang
raja karena dalam perburuan itu jari kelingking beliau putus terkena anak panah, sang raja panik dan pengawal kesayangannyapun mendekati dan berkata. “Tenang raja, semuanya akan baik-baik saja”. Mendengar hal itu, tidak seperti biasa sang raja bertambah emosi. “Apa kamu bilang?! Apanya yang baik-baik saja?! Kamu tidak lihat jari kelingking saya putus?!”. Dengan senyum ramah pengawal itu kembali mengatakan “Tenang raja, semuanya akan baik-baik saja”. Mendengar itu sang raja bertambah marah dan memerintahkan pengawal yang lain untuk menangkap dan memenjarakan pengawal kesayangannya itu.
Beberapa tahun berlalu, sang pengawal masih berada dalam penjara dan raja kembali mengadakan perburuan, namun kembali naas ternyata raja dan pasukan berburunya memasuki kawasan primitive yang masyarakatnya masih kanibal (memakan manusia), semua pengawal berhasil kabur tetapi sang raja tertangkap. Kuali sudah disiapkan, air sudah mendidih dan bumbu sudah racik. Saat akan dimasukkan ke kuali seorang dari kepala suku penduduk kanibal itu menyuruh melepaskan raja dan selamatlah raja pulang ke kerajaannya, tapi sang raja penasaran kenapa dirinya bisa dilepaskan, padahal sudah hamper dimasak. Kemudian sang raja menyuruh seluruh ahli kebudayaan di negrinya untuk berkumpul dan menanyakan kira-kira karena hal apakah dia dibebaskan. Setelah diteliti ternyata penyebabnya adalah jari kelingking sang raja yang terputus karena masyarakat kanibal itu memiliki kepercayaan bahwa haram hukumnya memakan buruan yang cacat walaupun hanya bagian kelingkingnya. Kemudian sang raja berpikir, ternyata benar apa yang dikatakan pengawalnya beberapa tahun yang lalu bahwa semuanya akan baik-baik saja dan sang raja sadar kalau ternyata dia telah menzalimi pengawalkesayangannya itu bertahun-tahun lamanya. Kemudian sang raja memerintahkan untuk melepaskan pengawal tersebut.
“Pengawal, maafkan saya yang telah menzalimimu selama bertahun-tahun apadahal apa yang engkau katakan adalah benar adanya”
Kembali dengan senyum ramahnya yang khas sang pengawal berkata, “Tenag raja, semuanya akan baik-baik saja”
“Apanya yang baik? Saya sudah menzalimimu dengan memenjarakanmu yang sebenarnya tidak bersalah”
“Coba raja ingat, kalau saat itu raja tidak memenjarakan saya, pasti kemaren raja membawa saya turut berburu, dan ketika kita tertangkap raja dibebaskan karena jari kelingking raja yang terputus tapi saya? Pasti saya akan langsung di ceburkan kedalam kuali dengan bumbu sop yang lengkap, karena itulah raja saya mengatakan semuanya akan baik-baik saja”.
Sang raja tercengang sejenak kemudian menyunggingkan senyum lebar, “Ya, ya, ya, semuanya akan baik-baik saja”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen sopan menunjukkan kepribadian..