Rabu, 29 April 2015

About love...



A little thing about love

Cinta itu datangnya seperti jelangkung, datangnya tanpa di jemput tapi perginya seperti perusahaan tambang batu bara yang menyisakan kerusakan dimana-mana...
Cinta itu seperti arisan, diharap-harap tapi belum tentu yang sangat mengharapkannya yang beruntung mendapatkannya...
Cinta itu seperti sepasang tangan yang saling menepuk satu sama lainnya, makanya cinta itu ga akan mungkin ada bunyinya ketika yang merespon hanya satu pihak, gak mungkin bisa tepuk tangan kalo tangannya Cuma satu....
Cinta itu seperti bunga mawar yang cantik dan harum tapi juga dapat melukai dengan durinya...
Cinta itu seperti heroin yang sangat memabukkan sehingga membuat yang make kecanduan dan terbang kedalam dunia hayalan, tapi juga akan mematikan ketika berlebihan....
Cinta itu fitrah jadi jagalah ia sehingga tidak menjadi fitnah...
Cinta itu adalah ketika kamu menjaga dirimu dan dirinya dari maksiat kepada Allah dengan menghalalkannya dengan akad....

Curahan Hatiku...



JANGAN DIET!!!
Sebulan yang lalu berat badanku masih 45kg, berat yang masih balance dengan tinggi badanku yang hanya 150cm. Tapi sekarang, setelah seminggu menjalani program KKN(Kuliah Kerja Nyata) dikampusku, berat badanku naik hingga 55kg. Aku tidak tau kenapa, apa yang sudah ku makan sehingga membuat berat badanku naik secara derastis. Tapi ini bukan masalah bagiku. Enjoyed.
Seperti biasa, abah selalu menelponku untuk mengetahui bagaimana keadaan anak kesayangannya dikampung orang. Minimal beliau menelpon 3 kali sehari. Ya, minimal. Belum lagi mama, mama sama abah biasanya nelpon gentian karena mereka beda tempat. Maklum beda profesi.  Kalo lagi sama-sama biasanya Cuma abah yang nelpon trus mama ikutan nimbrung.
Abah dan mama selalu meluangkan waktu mereka untuk mendengarkan curhatan anak kesayangannya ini. Bahkan curhatan tentang barat badan! Abah biasanya Cuma bilang “hati-hati lho, pulang KKN anak abah ini jadi Gajah” disambung dengan tawa renyah abah. Beda sama mama, mama bilang “sayang, diet dikit dong, anak gadis ga baik terlalu gemuk” aku nurut.
Akupun memulai diet, tapi yah,

AMBIL HIKMAHNYA SAJA




TENANG, SEMUANYA AKAN BAIK-BAIK SAJA


Di sebuah negri ada sebuah kerajaan yang yang dipimpin oleh seorang raja yang emosional, tapi beliau mempunyai pengawal yang sangat beliau sayangi karena setiap sang raja ada masalah dan mengeluh pada pengawal kesayangannya itu, sang raja akan merasa tenang dan kembali bahagia.
Disuatu hari, keadaan di negri tersebut mengalami kekacauan ekonomi dan sang raja mulai panik karenanya, sehingga sang raja selalu murung dan mengalami kebuntuan dalam mencari jalan keluarnya, pengawal kesayangan raja pun mendekatinya dan bertanya.
“Paduka raja, apa gerangan yang tengah mengaggu pikiran anda?”
“Pengawal, sekarang aku sedang bingung menghadapi kekacauan ekonomi yang sekarang tengah terjadi pada masyarakatku” sang raja terlihat depresi.
“Tenang raja, semuanya akan baik-baik saja”
Mendengar perkataan pengawal kesayangannya itu, ajaib, seketika perasaan sang raja menjadi tenang dan kembali dapat berpikiran jernih, sehingga beliau dapat berpikir dengan bijak dan tepat dalam mengambil keputusan yang akhirnya dapat menyelesaikan masalah di dalam negrinya.
Tidak lama setelah itu, sang paduka raja pergi berburu dan mengajak serta pengawal kesayangannya, tapi naas bagi sang

Inspirasiku...



K
ADO KECIL DARI AKHI
Pagi yang cerah rupanya tak secerah hati Daus hari ini, hatinya yang mendung memberi efek yang kurang enak dilihat dari wajahnya, kalo diibaratkan bagai baju kumal yang sudah sebulan tak di setrika. Raut wajah Daus tidak mampu disembunyikannya dari saudara-saudara seperjuangannya di LDK (Lembaga Dakwah Kampus) meskipun ketika berkumpul bersama demi membahas acara yang akan dilaksanakan Daus masih berusaha tersenyum, yah, walaupun senyumannya lebih mirip ringisan daripada senyuman. Jelas saja sikap aneh Daus disadari oleh yang lain, hanya saja mereka tidak ingin mengganggu Daus untuk saat ini. Setelah berunding, diputuskanlah Fadli sebagai ketua umum di LDK yang akan mencoba mendekati Daus dan bertanya apa yang sedang terjadi.  “Us, antum kenapa?” Tanya Fadli seraya duduk di sebelah Daus yang sudah beberapa hari salalu terlihat melamun. “eh, mas Fadli, ga papa mas, Cuma lagi mikir aja”  sahut Daus sedikit terkejut dengan kehadiran Fadli disebelahnya. “mikirin apa toh? Serius banget” sahut Fadli santai. Sebenarnya Daus sedang memikirkan, bagaimana caranya pulang ke BanjarBaru, motor ga punya, duit sudah tidak tersisa mau minta tolong anterin malu soalnya dari semua anggota ikhwan LDK cuma dia yang selalu menyusahkan. “he, malu mas ceritanya” Daus ngeles.

Selasa, 28 April 2015

Kisahku...



KISAH SEEKOR KUCING

Sebelum cerita ini dimulai, cerita ini hanya fiktif walaupun terselip pengalaman sedikit apabila terdapat kesamaan tokoh, kejadian dan karakter harap dimaklumi, namanya juga cerita...
Namaku Mila, begitu biasanya teman-teman menyapaku. Aku akan bercerita tentang seekor kucing yang ku temui beberapa tahun yang lalu (supaya kesannya lama). Namanya Manis (sebenernya sih ni kucing ga manis-manis banget, Cuma bingung aja manggilnya apa dan si kucing juga ga keberatan dipanggil dengan nama ini). Beberapa hari setelah aku dan teman-temanku pindah ke rumah yang baru (karna rumah yang lama uang sewanya dinaikin sama empunya), ada seekor kucing betina hamil yang datang berkunjung. Karena dianggap tamu, maka aku dan teman-teman yang lainnya mengijinkannya masuk, dengan syarat dilarang membuat kegaduhan. Karena tamu kami ini terlihat kelaparan, maka mau tidak mau tuan rumah menyediakan jamuan ala kadarnya dan Manis-pun melahapnya dengan cepat.
Dengan berjalannya waktu, Manis-pun dianggap menjadi anggota (tidak resmi) dari keluarga besar penghuni rumah kami karena intensitas kunjungannya yang sangat tinggi. Aku bukan orang yang suka kucing, tapi juga tidak membencinya sehingga aku tidak merasa terganggu dengan kunjungannya setiap hari.

Rabu, 25 Maret 2015

Realita fiksi



Cinta atau nugget?
Suatu hari, ada sepasang kucing yang tengah kelaparan… betinanya sedang mengandung dan jantannya terlihat sangat lemah karena berhari-hari belum juga mendapat makanan… keduanya memutuskan untuk berpencar demi mendapatkan makanan dan setelah setengah hari mencari sang betina menemukan sepotong nugget di jalan dekat tong sampah sebuah cafĂ©. Karena sangat lapar dan bau ayam dari nugget yang sangat  menggiurkan, sang betina mendekat ke nugget dan siap menggigitnya, tapi kemudian ia berhenti dan teringat pada sang jantan. “aku lapar, tapi suamiku juga sedang kelaparan” batin sang betina. Sang betina kemudian memutuskan untuk membawa potongan nugget sebesar telunjuk manusia ke tempat yang aman dan berencana memakannya bersama dengan si jantan.
Satu jam kemudian, barulah

Sabtu, 14 Februari 2015

Waktu yang di Nanti



Waktu yang Dinanti
Aku tidak tau dari mana harus memulai cerita ini, karena sampai sekarang aku
juga masih belum menemukan akhir dari cerita ini. Aku masih belum tau, apakah akhir cerita ini akan sama dengan cerita sebelumnya yang harus berakhir dengan sad ending story dan kembali move on atau sperti cerita-cerita dalam sinetron atau drama korea yang sering ku lihat. Happy end. Forever.

Cerita ini dimulai kurang lebih tiga tahun yang lalu, saat aku masih menjadi mahasiswa baru, masih imut-imutnya neh. Aku adalah tipe orang yang mudah menyayangi orang lain, hal ini baik kalau itu kepada sesama wanita tapi lain ceritanya kalau hal ini terjadi pada lawan jenis. Makanya aku menyiasatinya dengan menjaga pandanganku, aku tidak mau memperhatikan lawan jenisku, selain itu juga merupakan perintah agama. Karenanya, aku tidak terlalu mengenal orang-orang yang ada di sekitarku. Kecuali ia orang yang aktif dan sering mengajakku berbicara. Aku juga hanya tau sedikit dari teman-teman laki-laki yang se-fakultas denganku, jangankan yang beda jurusan. Yang sekelas-pun ada yang setelah hampir 2 tahun sekelas aku baru hafal namanya.
Tapi kemudian aku melakukan sedikit kesalahan yang imbasnya ku rasakan sampai sekarang, di semester ke dua ku di bangku perkuliahan tanpa sengaja aku memperhatikan seseorang. Dari ketidak-sengajaan itu ada sedikit rasa kekaguman yang terselip dihatiku padanya yang lama-lama rasa kagum itu berubah menjadi rasa suka dan menumbuhkan rasa sayang dan aku tidak tau apakah rasa itu sekarang sudah naik tingkatan menjadi cinta atau apalah namanya, karena sampai sekarang aku masih belum mengerti dengan ungkapan cinta pada lawan jenis ini.
Rasa kagumku lahir bukan dari paras atau penampilannya,

Jumat, 13 Februari 2015

Jalan Terbaik



Jalan Terbaik

Namaku Fitri, aku sangat mengagumi seseorang bahkan lebih dari rasa kagum, Rezki namanya, aku dan teman-teman sering memanggilnya mas Rezki. Aku sudah mengenalnya sejak berusia 8 tahun, sekarang usiaku sudah 16 tahun. Dia lebih tua 9 tahun dariku dan aku mengenalnya sebagai salah satu “ustadz” ditempat aku belajar tentang Alquran. Tapi entah bagaimana menceritakannya, sekarang statusku dengannya bukan hanya sekedar antara “guru mengaji” dan “santri”, tapi “pacar”.
 Yah, sebagai remaja yang aktif dalam lembaga remaja mesjid, dalam keseharian kami mengenal dan sedang menjadi trend saat ini istilah “pacaran Islami”.

Jangan Jatuh Cinta



Jangan jatuh cinta
“jangan jatuh cinta kalau belum siap berumah tangga” ucap kakakku yang hanya lebih tua 2 tahun dariku dan dia sudah menikah. Yah, sekarang umurku sudah menginjak kepala 2, oktober ini umurku sudah menginjak angka 21 tahun. Dan sekarang aku sedang memendam perasaan pada seseorang, aku bingung harus melakukan apa.
“ajukan diri dan menikah, saran kakakku beberapa hari yang lalu ketika aku bercerita tentang hatiku. Orang tua juga sering menanyakan “kapan kamu mau nikah?”. Padahal aku merasa sama sekali belum siap.
Ada beberapa orang yang telah menyatakan niat suci mereka untuk mengkhitbahku, tapi masalahnya aku itu diibaratkan rumah, sebuah rumah yang sudah dimasuki pencuri, parahnya lagi, kalau pencuri pada umumnya hanya mengambil barang berharga yang ada didalam rumah dan membawanya pergi, pencuri yang sudah memasuki rumahku ini bisa dibilang keterlaluan. Kenapa? Karena dia tidak membawa apapun bersamanya, melainkan mengambil satu-satunya kunci masuk kerumahku, menguncinya dan pergi dengan membawa serta kunci itu tanpa kuketahui dia akan kembali dengan membawa kunci itu atau malah melemparkan kunci itu kejurang dan pergi entah kemana untuk selamanya...