|
K
|
ADO KECIL DARI AKHI
Pagi yang cerah rupanya tak secerah hati Daus hari ini, hatinya
yang mendung memberi efek yang kurang enak dilihat dari wajahnya, kalo
diibaratkan bagai baju kumal yang sudah sebulan tak di setrika. Raut wajah Daus
tidak mampu disembunyikannya dari saudara-saudara seperjuangannya di LDK
(Lembaga Dakwah Kampus) meskipun ketika berkumpul bersama demi membahas acara
yang akan dilaksanakan Daus masih berusaha tersenyum, yah, walaupun senyumannya
lebih mirip ringisan daripada senyuman. Jelas saja sikap aneh Daus disadari
oleh yang lain, hanya saja mereka tidak ingin mengganggu Daus untuk saat ini.
Setelah berunding, diputuskanlah Fadli sebagai ketua umum di LDK yang akan
mencoba mendekati Daus dan bertanya apa yang sedang terjadi. “Us, antum kenapa?” Tanya Fadli seraya duduk
di sebelah Daus yang sudah beberapa hari salalu terlihat melamun. “eh, mas
Fadli, ga papa mas, Cuma lagi mikir aja”
sahut Daus sedikit terkejut dengan kehadiran Fadli disebelahnya.
“mikirin apa toh? Serius banget” sahut Fadli santai. Sebenarnya Daus sedang
memikirkan, bagaimana caranya pulang ke BanjarBaru, motor ga punya, duit sudah
tidak tersisa mau minta tolong anterin malu soalnya dari semua anggota ikhwan
LDK cuma dia yang selalu menyusahkan. “he, malu mas ceritanya” Daus ngeles.
Acara yang dipersiapkan ikhwan LDK berjalan dengan lancar
walaupun dengan peserta yang minim, setelah acara berakhir Daus membuat sebuah
keputusan. Jalan kaki. Itulah satu-satunya cara supaya bisa pulang kerumah,
yah, walaupun perkiraan kaki akan terasa sakit selama beberapa hari. Dengan
pertimbangan yang cukup nekat Daus menyandang ranselnya dan segera keluar dari
kosnya. “laa haulawala quwwata illa billah” ucapnya mantap. Beberapa langkah
dari rumah, Fadli menghampirinya. “assalamualaikum.. antum mau kemana?” sapa
Fadli sambil menghentikan maticnya. “waalaikumsalam, eh, mas fadli, mau pulang
mas ke Banjar Baru” sahut Daus. “oh, ana juga ada urusan ke Banjar Baru, mau
ikut?” fadli menawarkan. “beneran ni mas?”Tanya Daus berseri. “ya beneranlah,
naik”. “subhanallah, kebetulan banget” batin Daus. Sesampainya dirumah Daus,
Dauspun turun dan berterimakasih banyak. “sekarang mau kemana lagi mas?” Tanya
Daus. “ya ke Banjarmasinlah, mau kemana lagi?” sahut Fadli sambil tersenyum.
“lho, bukannya tadi mas bilang ada urusan di Banjarbaru?” Daus lumayan kaget
dengan jawaban Fadli. “urusan ana ya nganterin antum ke Banjarbaru” jawab
Fadli. Hati Daus tergetar oleh kebaikan saudara seakidahnya itu. “anggap aja
ini kado kecil dari ana untuk persaudaraan kita, ya udah ana pulang dulu ya,
assalamualaikum” ucap Fadli sambil menepuk bahu Daus pelan dan berlalu dengan
maticnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen sopan menunjukkan kepribadian..