Rabu, 25 Maret 2015

Realita fiksi



Cinta atau nugget?
Suatu hari, ada sepasang kucing yang tengah kelaparan… betinanya sedang mengandung dan jantannya terlihat sangat lemah karena berhari-hari belum juga mendapat makanan… keduanya memutuskan untuk berpencar demi mendapatkan makanan dan setelah setengah hari mencari sang betina menemukan sepotong nugget di jalan dekat tong sampah sebuah cafĂ©. Karena sangat lapar dan bau ayam dari nugget yang sangat  menggiurkan, sang betina mendekat ke nugget dan siap menggigitnya, tapi kemudian ia berhenti dan teringat pada sang jantan. “aku lapar, tapi suamiku juga sedang kelaparan” batin sang betina. Sang betina kemudian memutuskan untuk membawa potongan nugget sebesar telunjuk manusia ke tempat yang aman dan berencana memakannya bersama dengan si jantan.
Satu jam kemudian, barulah
sang jantan dan sang betina bertemu di tempat dimana sang betina menyembunyikan nugget yang didapatnya tadi. Begitu melihat potongan nugget dan mencium aroma ayam yang menggoda dari nugget sang jantan terbelalak matanya dan sekeras mugkin menahan air liur yang hamper berjatuhan karena godaan nugget dan rasa lapar yang hebat. Tapi, sang jantan juga menahan diri sekuat tenaga untuk tidak langsung menerkam nugget yang menggiurkan itu karena ia juga tau bahwa sang betina juga sedang menahan rasa lapar dan tengah mengandung anak mereka. Konflik batin antara sepasang kucing inipun dimulai..
 “kamu makanlah duluan, kalau masih bersisa baru aku akan memakannya” betina menunjukkan ketulusannya.
 “ngga, kamu aja duluan, aku sisanya.. kasian anak kita” jantan juga tidak mau kalah menunjukkan ketulusannya.
“aku khawatir menghabiskannya, sedangkan kamu belum makan berhari-hari” sergah betina lagi.
Keduanya terdiam, menimbang-nimbang apa yang harus mereka lakukan. Keduanya sama-sama lapar dan sama-sama saling mengkhawatirkan. Sang betina khawatir kalau sang jantan tidak makan maka kondisinya semakin lemah dan bernasib sama dengan teman-teman mereka sesame kucing jalanan yang karena kelaparan dan lemah mereka seakan-akan melihat makanan di tengah jalan dan dengan gontai menghampirinya. Dan setelah sampai di tengah jalan, makanan itu segera lenyap digantikan oleh gilasan ban kendaraan yang melaju kencang di jalan itu. Tapi sang betina juga khawatir kalau sang jantan tak menyisakan sedikitpun untuknya, bukan hanya karena dia lapar. Tapi karena bayi yang ada dalam perutnya belum mendapat suplai makanan sadikitpun. Hanya air yang mengisinya beberapa hari ini. Sang jantanpun khawatir dengan keselamatan sang betina dan bayinya kalau tidak mendapat makanan tapi ia juga sangat kelaparan. Lama mereka memandangi nugget itu dan menahan air liur mereka. Sang betina yang bingung dan iba pada sang jantan kemudian mundur beberapa langkah dari nugget dan berbalik memunggungi nugget dan sang jantan.
“aku yakin, suamiku bisa menyisakan sedikit dari potongan nugget itu untukku dan bayiku” batin betina.
Melihat sikap sang betina, sang jantanpun paham dan bertekad untuk menyisakan sebagian nugget untuk istrinya. Sang jantanpun mendekatkan mulutnya ke nugget. Gigitan pertama, terasa sangat nikmat. Gigitan kedua, tak kalah nikmatnya dan kahirnya tanpa sadar melahap habis nugget yang menyulut perang batin antara dia dan sang betina. Ketika kembali membalikkan badannya menghadap nugget, sang betina sangat terkejut dan sedih karena harapannya pada sang jantan untuk menyisakan sedikit nugget untuk dirinya atas nama cinta pupus seiring dengan pupusnya sepotong nugget dihadapannya. “cintaku padamu mulai luntur seiring hilangnya potongan nugget terakhir yang melewati kerongkonganmu” batin sang betina sambil berjalan menjauh dari sang jantang yang belum menyadari kekhilafannya…
*the end*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komen sopan menunjukkan kepribadian..