Cinta atau nugget?
Suatu
hari, ada sepasang kucing yang tengah kelaparan… betinanya sedang mengandung
dan jantannya terlihat sangat lemah karena berhari-hari belum juga mendapat
makanan… keduanya memutuskan untuk berpencar demi mendapatkan makanan dan setelah
setengah hari mencari sang betina menemukan sepotong nugget di jalan dekat tong
sampah sebuah café. Karena sangat lapar dan bau ayam dari nugget yang
sangat menggiurkan, sang betina mendekat
ke nugget dan siap menggigitnya, tapi kemudian ia berhenti dan teringat pada
sang jantan. “aku lapar, tapi suamiku juga sedang kelaparan” batin sang betina.
Sang betina kemudian memutuskan untuk membawa potongan nugget sebesar telunjuk
manusia ke tempat yang aman dan berencana memakannya bersama dengan si jantan.
Satu
jam kemudian, barulah
sang jantan dan sang betina bertemu di tempat dimana sang
betina menyembunyikan nugget yang didapatnya tadi. Begitu melihat potongan
nugget dan mencium aroma ayam yang menggoda dari nugget sang jantan terbelalak
matanya dan sekeras mugkin menahan air liur yang hamper berjatuhan karena
godaan nugget dan rasa lapar yang hebat. Tapi, sang jantan juga menahan diri
sekuat tenaga untuk tidak langsung menerkam nugget yang menggiurkan itu karena
ia juga tau bahwa sang betina juga sedang menahan rasa lapar dan tengah
mengandung anak mereka. Konflik batin antara sepasang kucing inipun dimulai..
“kamu makanlah duluan, kalau masih bersisa
baru aku akan memakannya” betina menunjukkan ketulusannya.
“ngga, kamu aja duluan, aku sisanya.. kasian
anak kita” jantan juga tidak mau kalah menunjukkan ketulusannya.
“aku
khawatir menghabiskannya, sedangkan kamu belum makan berhari-hari” sergah
betina lagi.
Keduanya
terdiam, menimbang-nimbang apa yang harus mereka lakukan. Keduanya sama-sama
lapar dan sama-sama saling mengkhawatirkan. Sang betina khawatir kalau sang
jantan tidak makan maka kondisinya semakin lemah dan bernasib sama dengan
teman-teman mereka sesame kucing jalanan yang karena kelaparan dan lemah mereka
seakan-akan melihat makanan di tengah jalan dan dengan gontai menghampirinya.
Dan setelah sampai di tengah jalan, makanan itu segera lenyap digantikan oleh
gilasan ban kendaraan yang melaju kencang di jalan itu. Tapi sang betina juga
khawatir kalau sang jantan tak menyisakan sedikitpun untuknya, bukan hanya
karena dia lapar. Tapi karena bayi yang ada dalam perutnya belum mendapat
suplai makanan sadikitpun. Hanya air yang mengisinya beberapa hari ini. Sang
jantanpun khawatir dengan keselamatan sang betina dan bayinya kalau tidak
mendapat makanan tapi ia juga sangat kelaparan. Lama mereka memandangi nugget
itu dan menahan air liur mereka. Sang betina yang bingung dan iba pada sang
jantan kemudian mundur beberapa langkah dari nugget dan berbalik memunggungi
nugget dan sang jantan.
“aku
yakin, suamiku bisa menyisakan sedikit dari potongan nugget itu untukku dan
bayiku” batin betina.
Melihat
sikap sang betina, sang jantanpun paham dan bertekad untuk menyisakan sebagian
nugget untuk istrinya. Sang jantanpun mendekatkan mulutnya ke nugget. Gigitan
pertama, terasa sangat nikmat. Gigitan kedua, tak kalah nikmatnya dan kahirnya
tanpa sadar melahap habis nugget yang menyulut perang batin antara dia dan sang
betina. Ketika kembali membalikkan badannya menghadap nugget, sang betina
sangat terkejut dan sedih karena harapannya pada sang jantan untuk menyisakan
sedikit nugget untuk dirinya atas nama cinta pupus seiring dengan pupusnya
sepotong nugget dihadapannya. “cintaku padamu mulai luntur seiring hilangnya
potongan nugget terakhir yang melewati kerongkonganmu” batin sang betina sambil
berjalan menjauh dari sang jantang yang belum menyadari kekhilafannya…
*the end*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen sopan menunjukkan kepribadian..